Skip to content

Mari….menangani emosi!

Oktober 14, 2009

MENANGANI EMOSI


Sebuah Ilustrasi

Ada cerita tentang seorang anak laki-laki yang memiliki tabiat buruk dengan emosinya. Ayah anak tersebut memberinya sekantong paku dan menyuruhnya memaku pagar kayu belakang rumahnya setiap kali sianak tersebut marah. Pada hari pertama, anak itu menancapkan 31 paku ke pagar tersebut yang menunjukkan sebanyak itulah dia marah pada hari itu. Namun, lambat laun, jumlahnya semakin menyusut. Anak itu menyadari bahwa lebih mudah menahan tabiat amarahnya daripada menancapkan paku di pagar.

Akhirnya, tibalah hari ketika anak itu tidak pernah marah lagi. Dia memberi tahu ayahnya tentang hal tersebut. Ayahnya memintanya mencabut kembali satu paku setiap kali dia berhasil melewati satu hari tanpa amarah. Hari-hari berlalu dan anak itu dengan segera dapat memberi tahu ayahnya bahwa semua paku telah dicabut.

Ayahnya menggandeng tangannya dan membimbingnya ke pagar. Ayahnya berkata pada anaknya, “Kamu berhasil, anakku! Tapi lihatlah lubang-lubang di pagar itu. Pagar itu takkan pernah sama seperti dulu lagi. Ketika kamu mengucapkan kata-kata dalam kemarahan, kata-katamu meninggalkan bekas luka sama seperti yang diakibatkan oleh paku-paku itu. Kamu bisa menusuk seseorang dengan pisau dan mencabutnya kembali. Tidak perduli berapa kali kamu ucapkan kata maaf, luka itu akan tetap ada”.

Benar sekali bukan?, Jadi kita perlu mengontrol emosi kemarahan kita dan belajar bagaimana menanganinya. Tak perlu marah, bukan?

2 Komentar leave one →
  1. Oktober 14, 2009 6:01 pm

    ga kebalik tuh? ayah kali yang sering marah sama anaknye..

    *Na jolo do i Ter, molo nuaeng anakna nama muruk2 tu natua-tua na…..antar songon ho ma :-)*

  2. astriani permalink
    Oktober 15, 2009 2:06 pm

    wah, bagus banget….
    betul juga sih, kita bisa mengucap maaf setelah kita marah2 atau menyakiti hati seseorang. Namun, kata maaf kita tak dapat menghilangkan luka yang sudah kita goreskan sendiri. Kata maaf itu hanya mengobati, tetapi bekas lukanya akan selalu ada sampai kapan pun…

    *Thanx, sudah singgah Non*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: