Skip to content

Belajar dari Ponari

Februari 25, 2009

    Capres, Cawapres dan Caleg jauh-jauh hari sebelum Pemilu dilakukan pada April 2009 mendatang sudah mempromosikan dirinya melalui media massa yang ada  yang sudah barang tentu menghabiskan dana yang tidak sedikit. Baik untuk iklan di stasiun televisi, media cetak, striker dan spanduk. Para calon tersebut menghabiskan dana yang tidak sedikit  hanya untuk sebuah janji yang belum tentu dapat ditepati  MENSEJAHTERAKAN RAKYAT INDONESIA.

   Ponari dukun bocah cilik dari Jombang tidak perlu menghabiskan dana sepeserpun untuk ‘mempromosikan’ dirinya untuk meraup massa yang sampai puluhan ribu jumlahnya setiap hari dan membuat ‘sibuk’ masyarakat sekitar, polisi, dokter, guru bahkan MUI dengan keputusan ‘haram’ karena masyarakat yang datang sudah mulai melakukan tindakan menjurus ke hal-hal yang rasional terhadap keberadaan Ponari.

     Ponari dalam mempromosikan dirinya hanya dengan menggunakan promosi klasik yaitu promosi dari mulut ke mulut yang akhirnya menarik semua media  promosi untuk  mempromosikan Ponari melalui berita di hampir semua media massa di negeri ini. Hal tersebut terjadi karena masyarakat ingin mendapatkan bukti nyata dari ‘kesaktian’ Ponari untuk merobah hidup mereka dari yang sakit menjadi sehat, inilah sebenarnya yang diinginkan masyarakat, PERUBAHAN atau CHANGE versi Obama.

       Seandainya MR. X yang Capres, Cawapres dan Caleg mengalokasikan dana untuk mempromosikan dirinya, dialihkan untuk mensejahterakan rakyat melalui pembangunan pabrik, perkebunan, bantuan bibit, bantuan pupuk, bantuan ternak dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan untuk menyerap tenaga kerja dan memutar roda perekonomian masyarakat, mereka pasti akan dielu-ulukan masyarakat yang mendapat bantuan itu.

        Ada berapa MR. X di negeri ini dari tingkat Kabupaten hingga Pusat? Berapa dana yang mereka habiskan? Jika dana itu di total bukankah negeri ini sebenarnya kaya tapi kenapa hanya segelintir orang yang bisa menikmati?

    Wahai MR. X, lihat dan belajarlah dari Ponari yang bisa meraih massa puluhan ribu tiap hari, karena dia dapat memberikan bukti ‘kesembuhan’ walaupun kesembuhan yang diberikan Ponari mungkin kesembuhan atau rasa sembuh sesaat dari penyakit yang diderita masyakat.

         Jadi, seperti sebuah iklan rokok, TUNJUKKAN dulu MERAHMU. Daripada menghaburkan uang untuk hal yang belum tentu dapat meraih kedudukan yang diinginkan ada baiknya dana tersebut dialihkan untuk mensejahterakan rakyat, rakyat yang anda bantu pasti mengingat anda, media promosi akan mempromosikan/mengkampanyekan anda dengan sendirinya, kalaupun toh juga masyarakat tidak mengingat anda..setidaknya anda sudah beramal.

SELAMAT BERJUANG SAUDARAKU…MR. X

 

estr

5 Komentar leave one →
  1. Februari 25, 2009 6:07 pm

    waduhhh gawatt bos..kalau merkea belajar pada Ponari.. sepertinya pasien yg pernah disentuh dukun cilik itu perlu perawatan dokter juga lho… jangan sp pula para pejabat itu memberikan janji kosong … duuhhh

    *Mudah2anlah ada perobahan ya Ammar*

  2. Februari 26, 2009 10:24 am

    Benar juga lae ya,bila dana iklan tsb di bangun pabrik atau di beli bibit tanaman,ternak sapi,kambing,pinahan.. rakyat makmur, denger denger sih… biaya iklan itu mencapai triliunan lihat di TV dari awal 2008 sampai sekarang masih jalan iklannya… coba di Bona pasogit di beli Pinahan udah berapa ekor itu yeee
    Horas ma ate lae boha khabar, bagi bagi rejeki ate

    *Eeeee…dang tarhatahon be i Lae, kalau dari dulu dikasih pinahan sudah berapa kali beranak, berapa pula anaknya sekali beranak, argana pe moru ma, na naeng mangoli pe ra gabe tamba do*

  3. Rumahorbo permalink
    Februari 26, 2009 10:58 am

    Para Caleg dengan sembarangan menempel gambar, spanduk dll pada tempat -tempat yang dianggap strategis tanpa memperdulikan akibat perbuatan mereka yang merubah wajah kota ini menjadi tidak karuan, misalnya di suatu persimpangan dipikir bendera tanda ada orang meninggal rupanya bendera caleg, dan banyak lagi yang ditempel dipepohonan yang sudah dirawat oleh dinas terkait, seandainya pohon-pohon yang ditempel itu dapat berbicara, apa yang akan disebut, pasti mereka akan minta tolong. Bagaimana reaksi pecinta alam dengan hal ini. Pertanyaan saya kalau caleg sekarang tega berbuat demikian bagaimana setelah mereka duduk apa yang akan mereka perbuat?

    *Terkadang gondok juga lihatnya Lae, awak lagi suntuk/stress foto caleg-nya senyum melulu sama awak, SAI MEKKEL…ninna roha ma sipata*

  4. Maret 4, 2009 12:39 pm

    hahahaha…
    satu lagi..jargon2 politiknya dari dulu itu2 aja lae…sumpek awak nengoknya..
    golput aja deh..

    horas,

    bonar
    http://sihotang407.wordpress.com

    *Jangan Lae…haram*

  5. ekojuli permalink
    Maret 14, 2009 11:00 am

    tuh kan politikus aja harus belajar dari ponari…
    dokter perlu belajar tentang sugesti dari ponari???
    pebisnis juga perlu belajar dari ponari??

    misalnya bisnis minuman kaleng:
    http://ekojuli.wordpress.com/2009/02/20/ponari-sweat/

    *Hehehe…sama dunk*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: