Skip to content

Kenangan tentang Ibu

Desember 22, 2008

Tulisan ini untuk Memperingati Hari Ibu

Judul aslinya “Dainang Pangintubu”

Perjuangan Ibu

Perjuangan Ibu

Seorang wanita tua dengan wajah yang sudah keriput termakan usia, rambut yang panjang terurai yang sudah memutih digulung dibelakang kepalanya dan masih meninggallkan sisa-sisa ke-aggun-an-nya…dulu semasa muda, pinggang yang sudah membungkuk tidak lurus lagi yang menyiratkan betapa besar perjuangannya untuk membesarkan tiga belas orang anak-anaknya yang telah ditinggal suaminya setelah menderita sakit yang cukup lama.Bekerja dan bekerja dibarengi dengan doa adalah prinsip hidupnya yang tidak pernah dilupakannya sampai akhir hidupnya, usianya yang sudah tua tidak pernah menyurutkan semangatnya untuk membesarkan, menyekolahkan semampunya, mendidiknya dengan etika kehidupan, adat istiadat, tata krama dan agama.

Dia bukanlah ‘wanita karir’ dijaman sekarang yang mengecap pendidikan sampai Perguruan Tinggi. Sekolah Rakjat (SR) itupun hanya sampai kelas dua adalah pendidikan formal yang sanggup dilaluinya pada zaman itu dikampungnya.

Pendidikan formal ‘yang terbatas’, tidak membatasi kemampuan berpikirnya dalam berhitung, biarpun menuliskan tiga ribu lima ratus dengan 3000500, namun hitungannya tidak meleset. Pendidikan formal ‘ala kadarnya’ yang didapat, tidak membatasi pengetahuannya akan tata krama atau etika dalam perpakaian atau penampilan, kebersihan rumah, pakaian dan peralatan makan, demikian juga dengan etika berbicara atau kesopanan, etika waktu makan dan masih banyak hal yang diajarkannya terhadap anak-anaknya yang sampai di era Tekhnologi Informasi ini, etika yang diajarkannya dulu….etika itu juga yang berlaku sekarang bagi yang mau hidup dalam etika.

Dua puluh sembilan tahun hidup menjanda , tidak menyurutkan semangatnya untuk membesarkan anak-anaknya, tidak juga membuat dia untuk melupakan suaminya tercinta yang telah meninggalkannya, dia bukanlah ‘wanita’ zaman sekarang yang doyan selingkuh, yang sanggup melupakan suami dan anak-anaknya demi kepuasan hawa nafsu sesaat, melupakan janji yang diucapkan didepan khalayak ramai dan dihadapan Tuhan. Dia adalah wanita yang teguh dalam pendirian.

Dalam keadaan Negara yang tidak stabil, yang membatasi jumlah barang dagangan yang diperjual belikan, dia harus berpura-pura jadi wanita hamil, padahal yang dililitkan dibadannya adalah barang dagangan, kadang beras kadang gula atau garam (katanya garam pada saat itu termasuk barang mahal dan susah didapat). Wanita tua itu menyebutnya dengan smokkel (mungkin berasal dari Bahasa Inggris smuggle=selundupan). Dia beserta temannya pedagang lain harus ‘marsolu bolon’ mengarungi Danau Toba dalam melakukan kegiatannya.

Yah….wanita tua itu, lima tahun yang lalu sudah menghadap Tuhan-nya dan sudah tenang duduk disisiNya, yang bisa dikenang adalah perjuangannya, kasih sayangnya, jerih payahnya, keringatnya yang bercucuran dalam  membesarkan, menyekolahkan dan mendidik anak-anaknya.

Yah…wanita tua itu…adalah wanita yang melahirkanku, ibu yang memberikan aku ASI, membesarkan dan mendidikku. Dia adalah wanita yang tidak akan pernah bisa tergantikan dalam hidup-ku baik oleh keberadaan seorang istri sekalipun. Selamat Hari Ibu untukmu Inong Pangintubu, Naburju, Naulibasa semoga arwahmu tenang disisi Tuhan.

SELAMAT HARI IBU !

 

Jadilah Ibu yang bertanggungjawab

5 Komentar leave one →
  1. Easter permalink
    Desember 22, 2008 1:37 pm

    Seberapa besar aku menghormati ibuku, menyayangi ibuku, mengasihi ibuku, memberikan hatiku pada ibuku, itulah yang membuat ibuku hebat dan berbahagia, bukan karena aku memberikan materi ataupun barang-barang yang bagus buat beliau.

    Dedicated to my beloved mother, love ya Mom..

    *Mauliate di halak Inang:D*

  2. Januari 5, 2009 2:06 pm

    Ibu, sosok yang sangat kurindukan. Hormati dan senagkanlah hatinya ketika ia masih hidup. Dan do’akan dan kenanglah dia ketika telah tiada. http://ksemar.wordpress.com/2008/08/02/selamat-jalan-ibuku-tercinta-sang-bayi-proklamasi/

    *Yup!*

  3. Januari 11, 2009 3:49 pm

    perjuangan seorang ibu?????
    adalah sebuah pertanyaan buat saya???
    karena saya tidak pernah mengenal sosok seorang ibu itu seperti apa????
    ????

  4. Januari 20, 2009 10:29 am

    Yang paling kusayangi adalah mamaku, karena dia menjadi aku manusia lahir ke dunia ini
    Salam yaa.. udah mampir di blog Q
    *Baiklah….Mister*

  5. sulthansunni permalink
    Agustus 20, 2009 9:05 am

    duh cerita ini..sungguh membuat hati semakin teringat akan jasa ibu yang tak akan pernah terbalas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: