Skip to content

Matematika Kehidupan

Desember 15, 2008

Angka Main?Dalam hidup ini, anda pasti pernah berjanji dalam hati akan sesuatu hal yang ingin anda lakukan. Janji itu bisa jadi anda ucapkan atau hanya ada dalam ‘angan-angan’. Dalam ‘angan-angan’ anda, janji itu  akan berdampak sangat istimewa dalam hidup anda (dan orang yg anda beri janji itu), namun sayang…janji itu tidak pernah belum anda tepati. Apakah janji itu terhadap orang tua, istri/suami, anak-anak anda, teman, pekerjaan apalagi kalau janji itu anda ucapkan dalam hati kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tidak masalah kapan janji itu anda buat, makin jauh waktunya kebelakang malah makin bagus.Nah…ada satu hitung-hitungan gampang yang dapat kita buat untuk merenungkan kembali janji-janji yang pernah kita buat itu. Siapkan sebuah pena dan kertas bila perlu sebuah kalkulator dan coba ikuti petunjuk dibawah ini dan tuliskan secara berurut di kertas yang anda sediakan : (pasti seru)

1.    Ingatlah, sudah berapa kali anda ‘mengucapkan’ janji itu dalam hati atau           hidup anda (antara 1 sampai 9, 10 kali janji ke-‘banget’-an kata orang                Jakarta).

2.    Kalikan angka tersebut dengan 2 (dua)

3.    Tambahkan dengan 5 (lima)

4.    Kalikan dengan 50 (lima puluh)

5.    Kalau ulang tahun anda sudah lewat waktunya untuk tahun ini, tambah            dengan 1759, kalau ulang tahun anda belum lewat untuk tahun ini,                      tambahkan  dengan 1758.

6.    Hasilnya anda kurangkan dengan tahun kelahiran anda.

7.    Kalau anda benar mengikuti petunjuknya, hasilnya pasti 3 (tiga) digit.

Coba anda perhatikan ke-3 angka tersebut. Angka pertama atau yang paling kiri anda adalah jumlah janji anda (berapa kali anda sudah ‘mengucapkan’ janji itu, dan dua angka berikutnya adalah UMUR ANDA saat ini.

Nah…sekarang, kalau umur rata-rata manusia sekarang ini misalnya 60 tahun, renungkanlah hal dibawah ini :

Dalam umur yang sudah ‘sekian’ ada…….

Janji yang telah kubuat sebanyak ‘sekian’ dan………

tidak pernah belum saya tepati.

Berapa tahun lagi saya hidup?

Masih berkenankah Engkau Tuhan, memberikan aku (dan seseorang yang kuberi janji itu) hidup sehingga janji itu bisa kutepati/kulaksanakan?

Masih perlukah saya membuat janji-janji lagi?

Jawabannya hanya anda, naluri anda dan hati kecil anda yang bisa menjawab dan kiranya Tuhan membimbing anda.

2 Komentar leave one →
  1. Desember 19, 2008 1:15 am

    nice artikel lae…

    pesan moralnya [barangkali] kalo kita pernah berjanji, segeralah penuhi janji kita itu…

    horas,

    bonar
    http://sihotang407.wordpress.com

    *Betul Lae, terutama ‘janji’ ke orang tua, bagi teman2 yg beruntung yg msh sehat/hidup orangtuanya cepat2lah penuhi ‘janji2’mu sblm terlambat*

  2. Januari 17, 2009 1:25 pm

    Kalo janji siswa di hitung juga ga?
    Hwehehe
    *Kalau msh jadi siswa..bolehlah, tapi kalau sudah siap ngerjain PR ya nak! Hahahaha*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: