Skip to content

Hidup dari Gaji ke Gaji

Desember 12, 2008
Sumber : Kompas.com
KAMIS, 27 NOVEMBER 2008 | 15:35 WIB
hepeng taba2

hepeng taba2

Bila Anda termasuk orang yang menunggu-nunggu datangnya hari gajian agar pundi-pundi uang di rekening terisi, Anda tak sendirian. Hampir separuh karyawan, menurut survei yang dilakukan oleh careerbuilder.com, hidup hanya mengandalkan gajinya. Ketika ditanya soal tabungan, mayoritas menjawab tidak punya, bila ada yang punya, sebanyak 34 persen menjawab jumlah tabungannya tak sampai 100 dollar AS. Sementara itu dua dari tiga karyawan yang disurvei mengaku setiap bulannya membuat anggaran pengeluaran, tapi 19 persen menjawab sering tidak cukup menutupi biaya sehari-hari. 

Yang mengherankan, bukan hanya karyawan yang bergaji pas-pasan saja yang merasa tak punya kesejahteraan finansial. Mereka yang bergaji cukup besar pun mengaku di akhir bulan, dana di kantong hanya pas-pasan. Gambaran tersebut tampaknya juga banyak dialami oleh mayoritas karyawan di Indonesia.

Untuk memiliki keuangan yang sehat, sudah saatnya Anda memeriksa ke mana “larinya” gaji yang selama ini diterima. Berikut beberapa faktor pengeluaran yang perlu dievaluasi.

Utang
Melunasi utang merupakan salah satu kewajiban yang perlu dipenuhi setiap bulannya agar Anda tidak tercekik oleh bunga utang yang tinggi. Namun, bila pengeluaran Anda lebih besar untuk membayar utang, coba diingat kembali mengapa Anda sampai berutang. Bila total utang Anda terlalu besar, bisa jadi penghasilan kita tak akan cukup untuk membiayai pengeluaran lain. Idealnya, total seluruh utang kita tidak melebihi dari 30 persen penghasilan. 

Biaya kecil-kecil
Pos pengeluaran untuk membayar cicilan angsuran, serta belanja bulanan, mungkin sudah dimasukkan dalam anggaran pengeluaran Anda. Tapi jangan lupa untuk memasukkan pengeluaran yang sifatnya kecil-kecil, seperti membeli majalah atau koran, membeli snack di kantor, ke salon, beli CD, dan sebagainya. Meski jumlahnya kecil tapi bila dikumpulkan dananya besar juga. “Buatlah anggaran belanja lalu tulis dengan rinci semua pengeluaran tiap bulan. Bandingkan, pasti ada yang membuat Anda kaget,” kata Lisa R.Featherngill, konsultan finansial. 

Makan di luar
Salah satu alasan mengapa kita sering tak bisa menyisihkan uang untuk ditabung adalah terlalu sering makan di luar. Sebenarnya bila kita mau sarapan  dan makan malam di rumah, pasti uang tak akan cepat habis begitu saja. 

Namun, selalu ada hal yang jadi alasan untuk memboroskan uang dalam hal makanan. Jalanan macet, bangun kesiangan dan tak sempat membuat sarapan, atau jam meeting molor, dan masih banyak lagi penyebab kita lebih suka jajan di luar. Sesekali mungkin tak mengapa, tapi hitung berapa uang yang kita habiskan tiap bulannya untuk pos pengeluaran tersebut.

Tak punya dana darurat
Penghasilan bulanan seharusnya memang digunakan untuk membiayai pengeluaran bulanan, sedangkan untuk pengeluaran yang sifatnya tak terduga atau tidak rutin, ambillah dari dana darurat. Karena itulah, buatlah pos pengeluaran untuk dana darurat ini yang jumlahnya minimal tiga kali jumlah biaya pengeluaran Anda. Taruhlah dana ini dalam rekening agar Anda bisa dengan cepat mengambilnya saat dibutuhkan. Dengan cara ini, pengeluaran Anda tak akan terganggu oleh pengeluaran tak terduga.


11 Komentar leave one →
  1. Desember 12, 2008 8:51 am

    satu lagi, kalau datang kreditan ke kantor dan barang yang ditawarkan rada diperlukan (suatu saat) apalagi jika hampir semua teman kantor ambil, kayaknya akan banyak yang tergiur buat ngambil juga deh (terutama ibu2 tuh)

    *Menolak ‘godaan’ seperti ini kadang sulit dan sering kita nggak sadari ya Bu Guru!, bukan hanya ibu2 aja, kami bpk2 ini jg kadang seperti itu*

  2. Desember 12, 2008 5:56 pm

    Senang lihat tampilan blognya yang menggambarkan realita sebahagian besar kehidupan anak indonesia. salam dari kami, masyarakat marginal sumut

    *Terimakasih Bos, saya hanya seorang ‘pemulung’ (masyarakat marginal juga), yg ngumpulin bacaan2 yg patut kita baca dan renungkan*

  3. Desember 12, 2008 8:18 pm

    kartu kredit merupakan “the most powerfull deadly machine” buat para karyawan [seperti saya juga nih..] yang masih mengandalkan gaji bulanan, diiming-imingi limit yg besar membuat kontrol keuangan semakin melemah..akibatnya…hancurr..hahahaha..
    maka dari itu berbahagialah buat anda yang tidak punya kartu kredit…hahaha…jauh dari godaan…!!

    horas,

    bonar
    http://sihotang407.wordpress.com

    *ATM aja sudah cukuplah dulu ya Lae*

  4. G. Meha permalink
    Desember 13, 2008 6:09 am

    Sigarettes satu lagi lae, dua bungkus saja GP sehari, lumayan juga bila ditotal selama satu tahun.
    Karyawan kantoran sedikit gengsi untuk membawa makan siang dari rumah ya, terutama laki laki, padahal satu langkah penghematan lho. Hehehe.

    *Abis klo bawa bungkusan dari rumah dikasih gelar SSTI (Suami2 Takut Istri) hahaha*

  5. G. Meha permalink
    Desember 15, 2008 5:08 am

    Lae Eston H. Sianturi (9n2RI), aku hendak bertanya dahulu lae. Boleh bukan?
    Ada temanku dulu di Medan namanya James Simatupang (Sianturi) dari Muara, waktu itu dia mahasiswa di UDA fak. Hukum. Kalau lae kenal sama lae James itu dan ada komunikasi, tolong sampaikan salamku ya lae, kalau di tanya siapa, bilang aja temannya main kiu kiu di jln Sei Blumai, Medan. Hehehe.

    *Wajahnya seperti orang ‘bule’ dan memang pintar bahasa Inggris? Klo itu orangnya mudah2an bisa!. Boleh juga itu Lae nama baruku😀*

  6. Rumahorbo permalink
    Desember 15, 2008 9:40 am

    Itulah yang dinamakan pegawai nangeri golongan 9 (sembilan) P “Pergi Pagi Pulang Petang Pendapatan Pasa-Pasan Potong Pinjaman” Honahiaaaaaan lae cerita on tu au, pas ma songonon kehidupanku di Pangarantoanon. horas lae.

    *Sebenarna molo Lae kan 9PSBM, (9P Sisanya Beli Mobil) hahaha*

  7. Desember 15, 2008 7:14 pm

    hehehe…makan secukupnya….

    *Sederhana tapi ber-nutrisi, contoh daun ubi tumbuk+rimbang+santan+ikan asing dibakar+cabe pake andaliman+nasi hangat…amang ooooiii sodap na i*

  8. Desember 15, 2008 8:39 pm

    Ala ni na hidup dari Gaji ke Gaji, lipstik dohot badak pe nanget2 nama ni oleshon, asa unang hatop habis. hahaha….

    Ito Eston, mantap gombar ni hapal entok i bah. Gabe ganti goarna ate ” Muara Nauli Airways”

    *Berarti foto ni Ito-on tingki boi dope hapal dioleshon badak i? hahaha…
    Gambar nai Ito..alani badak i otik2 nama oleshonon, ba…sekalian ma ni ganti satongkin wajah-on ninna roha, unang pola pa holso hu hita on di ujung ni taon on nanggo apala ‘senyum dikulum’…moooruuuu jo holso i saotik
    *

  9. alisyah permalink
    Desember 20, 2008 6:09 pm

    kalo aku ikut survei, aku termasuk orang yang selalu membuat anggaran pengeluaran setiap bulannya

    anggaran pengeluaran harus < 50% gaji.
    jadi, 50% masuk ke rekening lainnya (punya dua rekening, satunya sebagai rekening nerima gaji dan satunya lagi buat tabungan khusus keperluan masa depan)

    hampir 3 bulan sejak bekerja (artinya bergaji), aku sukses menerapkan prinsip ini, dan harapannya sukses terus.
    Semoga.

    *Komitmen, prinsip dan ide yg bagus Alisyah!, bagi yang gajinya mencukupi*

  10. Maulina br sirait permalink
    Januari 7, 2009 12:42 pm

    Horas…salam kenal ito…senang baca tulisannya…..thanks

    *Terimakasih atas kunjungannya Ito, Horas!*

  11. Juli 23, 2012 5:17 am

    I loved as much as you will receive carried out right here. The sketch is attractive, your authored material stylish. nonetheless, you command get got an edginess over that you wish be delivering the following. unwell unquestionably come further formerly again as exactly the same nearly very often inside case you shield this increase.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: