Skip to content

Langkah (7) menuju Kebahagiaan Sejati

Desember 10, 2008

Kebun – SEMAILAH BENIH HUBUNGAN YANG BERMAKNA

Marsialap ari

Mar-siadap ari

Orang yang bahagia akan memupuk hubungan dalam kehidupannya yang merupakan gizi yang menunjang  kebahagiaannya. Memiliki hubungan sosial yang baik adalah salah satu petunjuk terkuat tentang kebahagiaan. Jika Kebahagiaan Sejati ada dalam diri kita, kita akan merasa senang berada di dekat teman dan keluarga dan kita juga akan merasa senang di kala sedang sendiri. Kita membawa kebahagiaan ke dalam hubungan, bukan berusaha menarik perasaan bahagia dari hubungan kita.Hubungan kita memberikan dampak biokimia pada tubuh kita, pada saat kita menjalin hubungan sehat dengan orang lain, otak membanjiri sel tubuh dengan zat kimia bahagia, dan jika kita menjalin hubungan sosial yang tidak sehat, zat kimia yang berbahayalah yang dilepaskan.

Ada 3 cara untuk membina hubungan untuk kebahagiaan :

1.  Peliharalah Hubungan.

Ibarat kita memelihara kebun dengan menyiangi, menyiram, dan menanam tanaman untuk memastikan kebun kita tumbuh subur, kita dapat memelihara hubungan sosial kita dengan menghabiskan waktu lebih lama dengan orang-orang yang membantu kita merasa bahagia dan  menghabiskan waktu lebih sedikit dengan orang-orang yang menggerus kebahagiaan kita.

Semakin besar kebahagiaan batin yang kita rasakan, semakin kecil kemungkinan kita mempengaruhi lingkungan luar kita secara negatife.

Menghabiskan waktu bersama-sama orang yang kita cintai, keluarga, teman bahkan hewan peliharaan, dapat menyetel kembali keseimbangan biologis kita untuk menuju kebahagiaan yang lebih besar, sehingga amatlah penting membuat pilihan yang bijak tentang teman-teman yang kita pertahankan.

Tidak setiap orang dalam hidup kita akan selalu berpengaruh positif bagi kita. Menghindari orang-orang yang menindas perasaan dan ‘hantu’ kebahagiaan yang menyedot keriangan hidup kita, adalah cara terbaik untuk menghindari penularan perasaan yang negatife.

Satu cara terbaik agar jalinan hubungan tetap menyenangkan, sehat, dan mendukung adalah dengan apresiasi atau penghargaan. Apabila kita menunjukkan apresiasi kita untuk dukungan atau bantuan yang kita terima dari orang lain, sikap itu akan mempertegas perilaku itu dan mempererat hubungan kita dengan orang tersebut.

2.  Kelilingi Diri Dengan Bala Bantuan.

Kadang kita memerlukan dukungan yang lebih daripada yang dapat diberikan keluarga. Di kala kita menghadapi saat-saat sulit atau memutuskan untuk mewujudkan impian kita, orang-orang terdekat kita mungkin saja bersimpati, berpihak kepada kita, atau mungkin juga mengatakan bahwa keadaan kita sudah cukup baik, tapi tidak menawarkan kekuatan dan kejujuran yang kita perlukan untuk melangkah maju.

Cara terbaik untuk mengelilingi diri kita dengan dukungan adalah bergabung atau membentuk kelompok yang bertemu secara berkala, yang tujuan satu-satunya adalah memberikan bimbingan dan umpan balik langsung dan membuat kita tidak tergelincir ke pola lama sebagai korban. Tujuannya adalah bahwa kita mencipatakan sebuah tim, yang menyiratkan bersatu kita teguh, yang didasarkan pada prinsip kuno yang menyatakan bahwa apabila dua atau lebih orang berkumpul untuk tujuan yang sama, mereka memperbesar upaya mereka dan dapat dengan lebih cepat dan mudah meraih hasil yang diinginkan.

3.  Pandanglah ‘Dunia’ Sebagai Keluarga Sendiri.

Orang yang sudah memiliki Kebahagiaan Sejati melihat orang dimanapun sama seperti mereka, dan bahwa kita semua mendambakan hal-hal yang sama, cinta dan kebahagiaan dan mereka membiasakan diri untuk memberikan apapun semampu mereka, dimanapun mereka berada dan menganggap orang-orang sebagai keluarganya sendiri. Semakin kita akrab dengan orang lain yang kita anggap sebagai keluarga sendiri, maka kita akan merasa semakin bahagia.

Siapapun anda dan dimanapun anda berada, senyuman yang tulus dapat menjembatani perbedaan usia ataupun perbedaan budaya yang besar, yang menciptakan perasaan terhubung. Senyuman yang tulus merupakan tanda persahabatan dan niat penuh kasih sayang yang sudah kita kenal secara universal. Senyuman yang tulus akan begitu hangat dan penuh kasih sehingga meyakinkan orang lain bahwa masih ada orang baik didunia ini.

 

SEMOGA KITA SEMUA MERASAKAN “KEBAHAGIAAN SEJATI

Langkah sebelumnya

5 Komentar leave one →
  1. Desember 10, 2008 4:41 pm

    Holan 7 lakka do? Nga sae be? Manang na adong dope…..?

    *Kan holan 7 ari do ito ari di hita, jadi sada ma sadari ate ito cara mangallangna, ba…ari pa-ulau-hon annon nungnga Bahagia Sejati be antong diganup parngoluonta be, ahaaaaa pe taho namasa :D*

  2. Khalid permalink
    Desember 14, 2008 4:34 am

    Salut..! Bagus banget artikelnya,mengedepankan ketuhanan dan dapat meresap ke semua agama. Mudah dipahami tapi sulit dipraktekkan.

    *Hahaha…mudah dipahami tapi sulit dipraktekkan, sama aja ya….!, tapi “JANGAN KATAKAN TIDAK BISA, KATAKANLAH BISA SUPAYA KAU BERHASIL”, saya buat kata “KAU” disini bukan bermaksud kasar, tapi untuk menekankan makna kata2 itu spy lbh semangat. Langsung ke langkah (7) mungkin sulit, tapi coba kita mulai dari awal. Terimakasih atas semuanya*

  3. Januari 16, 2009 2:41 am

    sebenarnya kebahagiaan itu muncul ketika seseorang mampu menerima dengan tulus apa yang dirasakan dan dihadapinya

    *Dengan tulus dan menyikapi dengan bijak ya mas!*

  4. SAMUEL_LITAK87@YAHOO.COM permalink
    November 27, 2009 11:32 am

    Satu hal yang pasti untuk hidup dalam kebahagian yaitu serahkan seluruh kehidupan kita kepada-Nya. RancangaNya penuh damai sejahterah.

    *Setujuuu*

  5. Agustus 4, 2011 2:40 pm

    salut, seperti air yang menyiram diriku…terima kasih banyak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: