Skip to content

Langkah (5) menuju Kebahagiaan Sejati

Desember 5, 2008

Tiang Jiwa – HUBUNGKAN DIRI DENGAN YANG MAHA AGUNG

BERDOA

BERDOA

Albert Einstein mengatakan hanya ada dua cara menjalani kehidupan. Yang pertama, seakan-akan tidak ada mukjizat dan yang kedua seakan-akan semuanya mukjizat.

Jiwa kita adalah ungkapan perseorangan tentang Yang Maha Agung ini. Apabila kita merasa bahwa keindahan dan misteri yang ada disekeliling kita juga ada dalam diri kita, maka hidup kita sudah lebih maju selangkah. Kita akan menyadari bahwa kita bukan sekedar menjalani hidup apa adanya atau hanya mengikuti pergerakannya.

Ingatlah saat hidup ini penuh dengan keajaiban: memperhatikan cahaya matahari  pagi memenuhi lembah pegunungan, untuk pertama kalinya memeluk bayi anda yang baru lahir, atau menatap langit luas yang penuh dengan bintang. Setiap orang pasti memiliki sedikitnya satu waktu ketika penghargaan kita terhadap kehidupan begitu kuat, sehingga membuat kita terpesona. Pada saat-saat seperti itulah kita merasa, ketika kita merasa hina dan sekaligus agung, maka kita tahu bahwa kita terhubung dengan Yang Maha Agung.

Mengapa banyak orang yang merasa hidupnya hampa dan tidak puas? Masalahnya terletak pada derap kehidupan yang amat sibuk dewasa ini dan penekanan pada prestasi dan pencapaian duniawi. Kita juga enggan merasa jemu. Jika tidak bekerja atau memeriksa tugas yang harus dikerjakan, maka kita akan menghibur diri dengan  membaca majalah, buku, bermain game dan lain sebagainya, tanpa kita sadari itu membuat diri kita tidak mempunyai waktu luang untuk mencari sesuatu yang secara mendalam dapat memuaskan kita.

Ada hal yang perlu kita biasakan untuk memupuk rasa bahagia untuk jiwa :

1. Jalin Hubungan Dengan Yang Maha Kuasa

Merasa terpisah dengan Yang Maha Agung adalah sesuatu yang menurut kebanyakan orang merupakan penyebab utama penderitaan dan perasaan tidak bahagia yang melanda umat manusia. Kita harus menyadari bahwa ada kehidupan selain tubuh, pikiran, dan perasaan.

Dengan mempriorotaskan untuk menjalin hubungan dengan Yang Maha Agung, diperlukan masa jeda dari kehidupan yang begitu sibuk dan kesediaan untuk menenangkan diri. Dalam keheningan, kita dapat berbicara dan mendengarkan Yang Maha Agung, yang akan  memupuk rasa ikhlas, pasrah dan percaya.

Banyak cara untuk menjalin hubungan dengan Yang Maha Kuasa. Kita dapat mempelajari cara melakukan meditasi secara formal, kita dapat berjalan kaki dan berada di alam, mendengarkan lagu yang mendatangkan inspirasi, duduk dengan tenang atau menggunakan doa untuk membuka jalur komunikasi dengan Kekuatan Agung yang jauh melebihi kekuatan kita. Tidak masalah cara mana yang kita tempuh, asalkan cocok dengan kita dan dapat melakukannya secara teratur. Disaat kita memupuk hubungan dengan Yang Maha Kuasa, lama kelamaan akan menyadarkan kita untuk mengakui bahwa kehadiran Kekuatan Hebat itu yang mendasari segala sesuatu yang mengelilingi kita.

Berdoa mempunyai macam-macam bentuk layaknya meditasi. Pada saat sulit, kita berdoa untuk diberikan kenyamanan, bimbingan dan kesembuhan, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain yang kita cintai. Disaat lain, ketika keindahan, cinta, atau perasaan syukur meliputi kehidupan kita, kita akan tergerak untuk mempersembahkan doa untuk mengucapkan terima kasih dan puji-pujian. Hal apa yang mengilhami diri kita untuk berdoa sebenarnya tidak penting, doa itu sendiri yang akan menghubungkan kita dengan Yang Maha Agung.

Terhubung ke Yang Maha Agung adalah perasaan merasa terhubung dengan energi yang lebih besar dari pada diri kita. Semakin dalam kita menyelami hubungan itu, semakin terasa kaya dan semakin ceria pulalah kehidupan kita, kita akan lebih bahagia dan lebih sehat, dan dapat menangani masalah yang muncul dalam hidup ini dengan lebih mudah.

2. Simak Suara Batin

Suara batin kita adalah bagian dari kita yang mengetahui apa yang harus dilakukan setiap saat dan dalam setiap keadaan.

Saat harus mengambil keputusan, banyak diantara kita yang cenderung menanyai semua orang tentang apa yang harus dilakukan. Kita lupa disaat kita bertanya pada diri sendiri, kita mendapatkan jawabanyang dapat diandalkan. Dengan menyimak suara batin, kita berhubungan dengan sesuatu yang jauh lebih besar dari pada diri kita. Kita dapat menanyai suara itu tentang jalinan asmara kita, karier atau apapun yang ingin kita ketahui.

3. Percaya pada Perjalanan Hidup.

Kita selalu berusaha mengendalikan segala sesuatu dalam hidup kita, sehingga kita melupakan kekuatan besar yang menempati keimanan kita pada alam semesta dan mangikhlaskannya. Orang yang menjalani kehidupan dengan sikap yang pasrah dan percaya sering menemukan berbagai kebetulan yang mencengangkan, ‘nasib baik’ yang misterius, bantuan yang tak terduga dan waktu yang tepat atau berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat.

Apabila kita sudah terbiasa melakukan segala sesuatu yang dapat kita lakukan, maka menyerahkan diri kepada Yang Maha Kuasa dan percaya bahwa segala sesuatu akan berakhir baik, dan kita akan mengalami perasaan damai dan tenteram yang lebih dalam, itu pertanda kita sudah mendapatkan Kebahagiaan Sejati.

Langkah sebelumnya                                Langkah selanjutnya

One Comment leave one →
  1. Desember 6, 2008 4:38 pm

    Salam kenal dari kami, Masyarakat Marginal Sumatera Utara.

    *Horas K-SEMAR dari SUMUT!, saya juga Masyarakat Marginal karena saya berasal dari sana. Mauliate atas kunjungannya*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: