Skip to content

Langkah (2) menuju Kebahagiaan Sejati

Desember 2, 2008

Tiang Pikiran-JANGAN MEMPERCAYAI SEMUA YANG ADA DALAM PIKIRAN

 Berapa kali dalam sehari anda dihinggapi pikiran negatif ?

Bunga di Taman

Bunga di Taman

Aku tidak cukup baik”

“Suamiku/istriku/pacarku tidak mencintaiku lagi”

“Aku tidak suka penampilanku, bentuk tubuhku”

“Aku khawatir tidak bisa melunasi pinjaman, tagihan bulan ini”

“Anak2ku tidak menghormatiku, bandal”

“Aku sungguh bodoh”

“Aku tidak betah dengan pekerjaan ini”

Benak kita >> yang terdiri dari pikiran, keyakinan dan suara hati nurani yang selalu bekerja. Menurut para ahli, terdapat sekitar 60.000 pikiran dalam benak kita setiap hari. Artinya satu pikiran per detik selama waktu kita tidak dalam keadaan tidur. Tidak mengherankan kalau kita merasa lelah pada malam hari.

Dan yang lebih mencengangkan adalah bahwa dari ke 60.000 pikiran itu, 95% diantaranya adalah pikiran yang sama yang kita pikirkan kemarin, kemarin dulu dan hari sebelum kemarin dulu. Jadinya benak kita ibarat piringan hitam yang memainkan lagu yang sama terus menerus, sehingga pikiran kita terjebak dalam keadaan rutinitas yang monoton.

Ada cara sederhana untuk mengatasi ribuan pikiran negatif agar tidak membenamkan kita dan  kita tidak perlu menyingkirkan semunya, akan tetapi terimalah fakta berikut ini :

 Pikiran kita tidak selalu benar.

Kita begitu terbiasa untuk percaya bahwa pikiran kita benar dan secara otomatis kita bereaksi terhadap pikiran tersebut tanpa kita sadari. Kita tidak selalu percaya pada apa yang kita dengar, bukan? Kita juga tidak selalu mempercayai apa yang kita baca, apalagi di zaman special effect dan Photoshop dewasa ini dan kita juga tidak (jangan) mudah percaya dengan apa yang kita lihat.

Jangan mempercayai semua yang anda pikirkan.

Pikiran kita tidak selalu memberikan kita gambaran yang akurat tentang realitas, tetapi tetap saja pikiran kita terus menyebarluaskannya. Jika kita menonjolkan pikiran negatif (dan sadar bahwa kita tidak harus mempercayainya) hal itu menyingkirkan kekuatan yang akan menimbulkan kemalangan (ke-tidak bahagiaan).

Berikut cara mengatasi hal diatas.

Kebiasaan Bahagia untuk pikiran :

1.  Pertanyakan pikiran sendiri.

Musuh sejati Kebahagiaan adalah kesalahpahaman dan berbagai hal yang merasuki pikiran. Pandanglah keadaan dengan kacamata yang berbeda, lihatlah kebenaran, maka penderitaan akan terasa berkurang. Jika kita memiliki pikiran yang tepat, kita akan dapat mengatasi masalah apapun dan kita akan dapat merasa bahagia apapun yang terjadi.

Bagaimana kita bisa tahu bahwa pikiran kita mengungkapkan kebenaran? Dengan bertanya ke dalam pikiran kita sendiri! Manakala kita menyikapi kemalangan dengan hati yang ringan dan mengabaikan alasan yang mendasarinya, sungguh mencengangkan betapa badai perasaan bisa menguap begitu saja. Pikiran bisa datang dan pergi, hubungan cinta bisa datang dan pergi, rasa ‘sakit’ bisa datang dan pergi. Kita harus bisa meralakan dan menerima berbagai hal sebagaimana mestinya, tidak lebih, bila tidak meranalah hati kita.

2. Melangkah melalui batas pikiran lalu lepaskan.

Cara lain untuk menyikapi pikiran negatif adalah meninggalkan pikiran itu dan berhubungan dengan perasaan yang menyebabkan pikiran negatif tersebut, yaitu perasaan yang menyebabkan pikiran negatif itu menempel terus di benak kita. Apabila kita menyambut perasaan itu, menerimanya, lalu melepaskannya, pikiran negatif itu juga secara ajaib akan menguap.

Jika pikiran negatif yang kita tepiskan hanya sedikit, kita akan mendapatkan sedikit kedamaian, jika yang kita tepiskan cukup banyak kita akan mendapatkan banyak, jika kita menepiskan semua pikiran negatif maka kita akan mendapatkan kedamaian sepenuhnya.

3. Arahkan pikiran menuju keceriaan.

Wujud ke-tidak bahagiaan adalah  rasa takut, cemas, cemburu, marah, sedih, mengasihi diri sendiri, kecewa dan rendah diri.

Wujud Kebahagiaan adalah keceriaan, cinta, harapan, ketenangan, kebaikan, kemurahan hati, kebenaran dan cinta kasih.

Kecenderungan kita adalah mengingat terus pikiran, perasaan dan pengalaman negatif secara lebih mendalam daripada pikiran yang positif. Tempat yang sulit didekati pikiran kita untuk menjadi ceria adalah bidang yang menyangkut perasaan bahwa diri kita berharga yaitu keyakinan yang umum membelenggu kita, ‘Aku tidak cukup baik”.

Untuk mengarahkan pikiran kearah ceria, mulailah mengingat-ingat dengan lebih mendalam pengalaman anda yang membahagiakan. Niatkanlah untuk memperhatikan setiap hal yang baik yang anda alami:setiap pikiran positif yang ada dalam benak anda, sesuatu yang anda lihat, rasakan, cicipi, dengar atau cium yang membuat anda merasa senang, kemenangan yang pernah anda raih, terobosan dalam pemahaman anda tentang sesuatu, ungkapan daya cipta anda dan hal lainnya yang membuat diri anda merasa senang.

Begitu anda melihat sesuatu yang positif, luangkan waktu sejenak untuk menikmatinya secara sadar. Nikmati pengalaman itu dalam-dalam dan rasakan.

Selamat menikmati rasa bahagia.

Langkah sebelumnya                                              Langkah selanjutnya

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: