Skip to content

Langkah (1) menuju Kebahagian Sejati

Desember 1, 2008

Fondasi : MERAIH KEBAHAGIAAN DIRI SENDIRI

Bunga Na Rara

Bunga Na Rara

Mendapatkan Kebahagian Sejati, ibaratnya seperti mendirikan rumah yakni menyiapkan fondasinya. Artinya, kita harus yakin bahwa kita dapat bahagia dan mengenali kebiasaan yang menjadi penghalang, dan akhirnya, dengan hati-hati dan gigih bergeser ke kebiasaan baru dalam hal pemikiran, perasaan dan tindakan yang berfungsi lebih baik bagi kita.

Kebiasaan yang sering membuat kita merasa tidak bahagia :

Mengeluh : Mengeluh, menyesali diri sendiri, berusaha menggalang simpati, dan menjadi martir atau “dermawan berlebihan”, semuanya ibarat acara pemberian hadiah cuma-cuma yang  sungguh memilukan, dan kita adalah tamu ‘kehormatan’ di pesta yang mengasihi diri sendiri. Mengeluh, ibarat memerintah alam semesta untuk memberi kita semakin banyak hal-hal yang tidak kita inginkan.

Motto orang yg suka mengeluh : “Sungguh malang diriku”.

Jalan keluarnya : Berfokuslah pada solusi, yaitu berfokus kepada hal-hal yang baik sehingga kita tidak lagi menghabiskan energi untuk mengeluh dan mulai menciptakan lebih banyak kebahagiaan dalam hidup kita.

Menyalahkan : Menyalahkan diri kita dengan berdalih atau menyalahkan orang lain atas kesedihan atau masalah, justru membuat kita lemah. Kita menepiskan kekuatan kita, dan energi yang kita butuhkan untuk menangani situasi itu tidak tersedia karena kita mengarahkannya kepada orang lain atau benda lain.

Motto orang yang suka menyalahkan : “Ini bukan salahku”.

Jalan keluarnya : Memetik pelajaran dan hikmah dari suatu masalah. Ketika apa yang kita harapkan ternyata tidak terjadi, berusahalah untuk percaya bahwa hal itu tidak terjadi demi kebaikan. Ingatlah : dunia siap  membantu kita. Sikap ini akan dapat langsung mengembangkan energi kita. Dan dengan berlatih, proses ini makin lama akan terasa semakin mudah.

Merasa malu : Jika kita menyalahkan diri sendiri atau malu atas hal-hal yang menimpa kita atau merasa bersalah tentang sesuatu yang kita lakukan (atau tidak kita lakukan), kita sering berusaha menekan kesedihan atau memendam perasaan yang tidak nyaman ini jauh di dalam hati yang sangat banyak menghabiskan energi sehingga lama kelamaan kita akan lelah dan membuat kita tidak mampu lagi untuk merasakan kebahagiaan. 

Motto orang yang suka merasa malu : “Ini semua salahku”.

Jalan keluarnya : Berdamai dengan diri sendiri. Hal ini amatlah penting karena akan membebaskan energi anda dengan menerima perasaan apapun yang selama ini anda hindari dan dengan melupakan masa lalu. Apabila kita mampu melakukan hal ini, kita akan mampu terus maju dalam hidup dan mengalami perasaan yang jauh lebih lega dan bahagia.

Kapanpun kita mulai, selalu terbuka kemungkinan untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan diatas.

Langkah selanjutnya

3 Komentar leave one →
  1. Desember 2, 2008 1:50 pm

    kebahagiaan sejati memang
    sangat tergantung pd cara
    dan persepsi kita dlm menyikapi hidup
    itulah sebabnya ada org kaya
    tp tak bahagia, tak jarang pula
    org miskin mengaku bahagia
    butima……baen ma i si
    heheheeee🙂

    *Betul Lae, botima! (ditambai dongan)*

  2. Rumahorbo permalink
    Desember 4, 2008 12:29 pm

    Ido ate,,,

    *Ndang ‘ido ate’, AI I DO HAPE???? ON DO PE HUBOTO I DABA, BAAAAA….TAHE!, ndang tarbaen iba bahagia, nanggo apala angka dongan na olo manjaha on bahagia, manang boha pe nga sai leanonna annon kebahagiaan na i di iba nanggo apala saotik, adda i do nuaeng Lae?, unang di dok Lae, ‘patanda hu do najabiron Lae on, dua kata do ni dok nungnga dialusi saribu kata,hape…ido nian ha 123456hali *

  3. Oktober 21, 2009 5:48 pm

    thanks so much……….artikelx cip bwgt.
    bner y…kebahagiaan ntu tergantung kita ndri…kalo qt ngerasa cukup dan bersyukur dg bagemanapun ke’adaan qt,qt pst bahagia.pi kalo qt mengeluh berarti qt membawa diri pada kawasan tidak bahagia….ya Tho??!!!??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: