Skip to content

Pencuri Kue

November 24, 2008

 

Kiriman : E@aster Sinurat (lagi….)

Seorang wanita sedang menunggu keberangkatannya di bandara suatu malam. Masih ada beberapa saat sebelum jadwal terbangnya tiba.Untuk mengisi waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko yang ada di bandara lalu duduk di ruang tunggu keberangkatan.

Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu ”berani” mengambil satu, dua bahkan lebih  kue yang berada diantara mereka.

Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang ”pemberani” menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu.

Wanita itupun sempat berpikir, ”kalau aku bukan orang baik, sudah ku tonjok dia!” Setiap dia mengambil satu kue, Si lelaki juga mengambil satu.

Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separoh miliknya, sementara ia makan yang separohnya lagi.

Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir, ”Ya ampun berani sekali ini orang, kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih”.

Belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan untukboarding. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu keberangkatan. Menolak untuk menoleh pada si “Pencuri tak tahu terima kasih itu!”.

Ia naik pesawat dan duduk di seat sesuai dengan nomor di boarding pass-nya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan rasa kaget, ”Hah…?”. Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya. Koq milikku ada di sini erangnya dengan patah hati, jadi kue tadi adalah miliknya dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih, malu terhadap diri sendiri, bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah ”pencuri” kue itu.

Dalam hidup ini kisah ”pencuri kue” seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri/subjektif serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.

Orang lainlah yang selalu salah, orang lainlah yang patut disingkirkan, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlah yang berdosa, orang lainlah yang selalu bikin masalah, orang lainlah yang pantas diberi pelajaran.

Padahal…..???
Kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita sendiri yang tidak tahu malu. Kita sering mempengaruhi, mengomentari, mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya. 

 

3 Komentar leave one →
  1. samuel permalink
    November 25, 2008 7:54 am

    wah senang sekali ada saudara senior yg ngeblog. HORAS lae /. tulang nih? heheh

    Wadddoohhhhhhhh….Sami..Sami…Sami…sama kawan satu margamu kamu bilang Lae/Tulang? Aku bilang senior coz umurku sdh jauh diatasmu nak, adekku, anggiku…!

  2. samuel permalink
    November 25, 2008 7:55 am

    oiya, share dong caranya membuat tampilan blog biar menarik lae / tulang ! masih polos nih tampilan blog saya hehe
    GBU
    Tanyakan nanti Papa ya adekku sayang, kalau sama Sianturi Simangonding aku manggil apa. U’ tampilan blog coba kunjungi http://afatih.wordpress.com atau http://junjungpurba.blogspot.com. OK ya…!

  3. November 26, 2008 2:15 am

    Inilah kadang kalau terlalu cepat mengambil kesimpulan…. he..he..he…. Horas.

    Itulah…Lae!.
    Laekku…ternyata “dunia” kita selalu terbalik ya?.
    Kami tidur…Lae ngeblog!
    Kami Ngeblog….Lae tidur! ha..ha..ha..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: