Skip to content

Lapotuak

November 24, 2008

 

Lapotuak dalam bahasa Batak apabila kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi kedai/warung tuak, merupakan warung/kedai  yang menjual tuak sebagai “menu” utamanya. Pada awalnya lapotuak ini hanya buka pada sore hingga malam hari, namun pada akhir-akhir ini sudah bayak yang berobah menjadi ‘Pa-sikomatu’ (Pagi-siang kopi, malam tuak) seiring pergeseran pola kehidupan masyarakat yang menjadi pelanggannya yang dulunya pagi sampai sore hari mengerjakan sawah atau ladangnya, sekarang sudah agak santai dengan bergesernya pola bercocok tanam palawija menjadi menanam kopi Ateng.

Daerah Tapanuli yang merupakan asal lapotuak, mayoritas penduduknya adalah petani yang menggarap sawah atau ladang (merangkap jadi nelayan untuk yang dipinggiran Danau Toba) melakukan aktifitasnya mulai dari pagi hingga sore hari. Setelah lelah bekerja satu harian, pulang ke rumah biasanya sudah pada kedinginan karena suhu di sana dingin (untuk kategori daerah tropis).

Dalam keadaan kedinginan lapotuak menjadi tempat favorit untuk menghangatkan badan dengan meminum tuak yang disuguhkan disana yang  mengandung alkohol, sama halnya dengan orang Barat yang mengkonsumsi minuman beralkohol karena suhu daerahnya yang dingin.

Layaknya kedai/warung kopi di perkotaan, lapotuak juga merupakan tempat berinteraksi sesama pelanggannya. Sambil minum tuak mereka akan membicarakan banyak hal mulai dari masalah keseharian, cara bercocok tanam, bibit unggul, kelangkaan pupuk hama tanaman, pilkada, pemilu bahkan sampai dengan gosip “terkini”, Marlyn Monroe, Barack Obama dan lain sebagainya. Semua hal bisa dijadikan pembicaraan untuk dibahas, diulas, dikomentari bahkan sampai penarikan kesimpulan dan “resume” dilakukan oleh mereka, dari mereka untuk mereka.

Itulah sedikit gambaran tentang lapotuak yang dapat saya tuliskan. Yang pada awalnya banyak manfaat positifnya bagi pelanggannya tapi oleh sebagian orang sudah disalahgunakan sebagai tempat mabuk-mabukan, perjudian, peyebaran berita bohong dan hal lainnya yang berkonotasi negatif bahkan namanya dimanfaatkan oleh blogger “sakit” di WordPress untuk menyinggung perasaan umat Muslim, yang apabila tidak disikapi secara arif, dewasa dan bijaksana berpotensi menimbulkan bentrokan yang akan menambah beban bangsa ini dan mungkin yang menjadi korbannya adalah orang atau masyarakat yang tidak tahu menahu akan hal ini.

7 Komentar leave one →
  1. November 24, 2008 6:38 pm

    brati sapa yang singgah di lopotuak jadi mabuk dunk🙂

    Pada awalnya tidak! dan tidak semua yang singgah kesana “harus” minum tuak, karena kalau mereka sampai mabuk tidak bisa lagi mengerjakan ladangnya besok harinya karena sudah/akan lemas, namun akhir2 ini oleh sebagian orang (yg doyan) mabuk lapotuak tersebut dijadikan tempat mabuk-an. Makasih atas kunjungannya.

  2. November 27, 2008 12:40 pm

    sepertinya seseorang mencoba memanfaatkan kebatakannya utk memecah belah..entah ini orang batak beneran ataukah bener-bener bukan batak beneran…hehehe..

    horas lae, makasih atas kunjungannya ke “lapo” ku…hehehehe..

    horas,

    bonar

    *Ok..lae, mauliate di kunjungan ni lae, pola ditinggalhon hamu ‘lapo’ i satongkin*

  3. Agustus 17, 2009 1:09 am

    memang hebat orang batak?????

  4. Agustus 17, 2009 1:12 am

    d seluruh indonesia orang batak sangat di segani
    karna orang batak memiliki ide2 yang cemerlang guna membangun kehudupan ?????
    selaku orang batak saya sangat bangga ….
    karna orang batak sangar terkenal d nusantara ini &hingga keeluruh dunia

  5. Agustus 17, 2009 1:12 am

    jangan lah malu kamu jadi orang batak lae…………………….??????????

  6. Agustus 17, 2009 1:14 am

    orang batak pergi ke lapo tuak bukan tujuan utamanya untuk mabuk_mabukan ,melainkan untuk mempererat pergalulan dalm hidup bermasyarakat

  7. Agustus 17, 2009 1:15 am

    aku sangat senang jadi orang batak???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: