Skip to content

Kebahagiaan Sejati

November 20, 2008

 

Merah Putih

Merah Putih

Aristoteles mengatakan Kebahagiaan merupakan tujuan utama keberadaan manusia, seluruh perwujudan dan akhir dari kehidupan dan sasaran dari semua sasaran.

 

Menurut  Marci Shimoff dalam bukunya 7 Langkah menuju Bahagia Lahir Batin, kebahagiaan bukan berarti memiliki segala yang kita impikan, dan  bukan juga menyangkal kebutuhan akan kesenangan bendawi dalam hidup. Makna kebahagiaan jauh lebih dari itu semua.

Meskipun gaya hidup kita sekarang lebih baik dibandingkan dengan dimasa sebelumnya, ternyata kita tidak merasa lantas bahagia. Tampaknya semakin banyak gadget dan barang yang kita kumpulkan, semakin merana pulalah hidup kita ini rasanya.

Menurut Marci Shimoff ada  4 kontinuum kebahagiaan :

  1. Tidak Bahagia : Hidup ini sebuah kegagalan. Tanda-tandanya al : perasaan gelisah, kelelahan, perasaan murung dan berbagai macam perasaan tidak bahagia. Hal ini tidak sama dengan depresi klinis yang memerlukan bantuan professional.
  2. Bahagia Karena Alasan Buruk : Ketika orang tidak merasa bahagia mereka sering berusaha  agar merasa “mendingan” dengan memanjakan diri dengan melakukan sesuatu yang membuat ketagihan atau “berperilaku” bahagia yang mungkin terasa menyenangkan sesaat, menumpulkan perasaan atau melarikan diri dari perasaan tidak bahagia melalui pengalaman yang menimbulkan kesenangan sesaat, namun pada akhirnya menyengsarakan. Mereka mencari kebahagiaan yang antara lain berasal dari obat terlarang, alkohol, seks berlebihan, berjudi sesuka hati dan belanja tanpa kontrol. Kebahagian seperti ini sama sekali bukan kebahagiaan. Ini hanya cara sementara untuk menumpulkan perasaan atau melarikan diri dari perasaan tidak  bahagia melalui pengalaman yang menimbulkan kesenangan sesaat.
  3. Bahagia karena Alasan Baik : Inilah yang dimaksudkan kebanyakan orang sebagai kebahagiaan : memiliki hubungan baik dengan keluarga dan sahabat, sukses dalam karir, aman dari segi keuangan, punya rumah atau mobil bagus, atau menggunakan bakat dan kelebihan kita dengan  baik. Tapi jangan salah paham, kebahagian seperti ini baru separuh dari kebahagiaan sejati. Bahagia karena       alasan baik bergantung kepada alasan eksternal dalam hidup kita, jika kondisi ini hilang atau berubah maka kebahagiaan kitapun biasanya ikut hilang atau berubah. Jauh dilubuk hati, kita mendambakan     hidup ini bukan dimaksudkan untuk sekadar berlalu, menumpulkan rasa sakit hati atau dapat               mengendalikan segalanya. 
  4. Bahagia Tanpa Alasan : Inilah kebahagiaan sejati-keadaan neurofisiologis yang tidak tergantung pada keadaan eksternal. Bahagia Tanpa Alasan bukanlah kegirangan, euphoria, puncak-puncak suasana hati dan pengalaman istimewa yang tidak bertahan lama atau suatu perasaan. Tapi ketika kita merasakan Bahagia Tanpa Alasan, kita dapat memiliki perasaan apapun – termasuk kesedihan, ketakutan, kemarahan, atau sakit hati –  naum, kita tetap mengalami keadaan yang mendasarinya, perasaan damai dan tenteram. Dalam hal ini, kita membawa kebahagiaan itu ke pengalaman luar, bukan berusaha menarik kebahagiaan dari sesuatu. Kita tidak usah memanipulasi dunia disekitar kita untuk membuat diri kita bahagia. Perasaan bahagia tanpa alasan ini adalah rasa bahagia  kita rasakan tanpa alasan apapun dan bukan berarti hidup kita tampak selalu sempurna, hanya-bagaimanapun tampaknya, kita tetap bahagia. Kita hidup dari Kebahagiaan, bukan untuk kebahagiaan.

Ke-7 langkah diatas akan ditulis pada postingan berikutnya.

1. Langkah pertama

2. Langkah kedua

3. Langkah ketiga

4. Langkah keempat

5. Langkah kelima

6. Langkah keenam

7. Langkah ketujuh

2 Komentar leave one →
  1. baginda nainggolan permalink
    November 22, 2008 3:43 pm

    coba sejenak kita berfikir dan merenung kenapa ya suku2 batax sulit menemukan priadi yang sesuai dengan sikap orang batax yang tarkenal tempramental, keras, trus ada lagi istilah nabisuk nampuna hata n naoto tu panggadisan… aku pernah tinggal di p.jawa kira2 3 tahun katanya batx thu payah..biasanya cuman manfaatin orang laen n kbanyakan rentenir, guru, lowyer, n supir… spontan ai tersinggung… sebenarnya kepribadian batx thu adalah tangguh n pejuang… menurut kamu or audient batax thu orangnya gimana seh…. tq. horas

    ***Maulitate dikunjungan Lae, “suku2 batax sulit menemukan priadi yang sesuai dengan sikap orang batax yang tarkenal tempramental, keras,”. (Saya kurang mengerti kalimat ini mungkin bisa Lae perjelas sehingga tanggapanku nanti tidak lari dari koridor).
    “nabisuk nampuna hata n naoto tu panggadisan…” istilah ini menurut saya bagus agar orang-orang muda (khususnya) belajar untuk bisa berbicara di depan umum, dapat memberikan argumentasi, bertanggung jawab akan kata yang diucapkannya dan harus menegakkan kebenaran. Kalau kita bisa meyakinkan orang akan sesuatu melalui perkataan yang kita sampaikan, orang akan “manggut2″ dan setuju akan ide dan pesan yang kita sampaikan dan sebaliknya apabila kita pintar, menguasai banyak hal tapi tidak berani menyampaikan ke orang lain apalagi di depan umum, kurang bermanfaatlah kepintaran yang dimiliki untuk kepentingan umum. Dari segi negatifnya, dari kepandaian seseorang mengolah kata, menjalin kata-kata yang disampaikan dan istilah yang digunakan sehingga membuat orang terlena dan tanpa sadar sudah di”jual” oleh sipembicara. Hal ini menuntut kita untuk hati2 dalam memberikan persetujuan akan tawaran dari seseorang dan menuntut kita untuk selalu meningkatkan pengetahuan di segala bidang.
    “katanya batx thu payah..biasanya cuman manfaatin orang laen”, mungkin teman Lae itu pernah mendapatkan pengalaman buruk akan hal itu, namun pengalaman yang saya alami dgn “orang Jawa” ada hubungan yang saling mendukung, yang Jawa lembut dan yang batak tegas (dan biasanya suaranya kuat)
    “kbanyakan rentenir, guru, lowyer, n supir”. Ini memang betul karena sesuai dengan sifatnya yang tegas.
    “Rentenir”(menurut mereka…) memang harus tegas, kalau tidak habislah duit dia nanti dilarikan peminjam dan banyak alasan dalam pengembaliannya.
    “Guru”, teman2 saya (non Batak) banyak mengaku (setelah tamat) senang dengan ketegasan guru2 Batak terutama dalam bidang eksakta, kalau tidak…murid, siswa terutama mahasiswa/i sudah tidak memperhatikan lagi guru/dosen yang berbicara di depan kelas. Bahkan yang saya lihat, tidak ada lagi rasa segan dari “anak sekolahan” sekarang terhadap gurunya, beda dengan masa2 seumurku…suara motornya aja kedengaran, kita sudah lari bersembunyi (dlm kondisi diluar jam sekolah)
    “Lawyer”, dalam persidangan dibutuhkan argumen yang kuat dan didukung dengan data, pengetahuan dan pemahaman akan isi suatu UU serta cara penyampaian yang tepat dan tegas. Ini banyak dimiliki oleh orang Batak, hal ini tidak perlu saya buktikan.
    “Supir”, seorang sopir akan bertemu dengan “anak pasaran” atau “preman”-lah katakan. Nah…kalau tidak tegas sama mereka ini, ya…habislah pencarian di”palak” oleh mereka, Aha be allangon ni na di jabu an!.
    Saya memandang positif sifat yang dimiliki oleh suku Batak dan bangga jadi orang Batak dan marilah kita tempatkan sifat2 tersebut untuk kebaikan dan kepentingan khalayak ramai bukan untuk kesombongan dan kesewenang-wenangan. Pertanyaan Lae banyak jadi panjang juga jawabanku, mudah2an Lae puas dengan penjelasanku. Lae kunjungi jugalah http://tanobatak.wordpress.com, http://habatakhon01.blogspot.com karena disana cukup lengkap pembahasan tentang Batak. Mauliate.

  2. Rumahorbo permalink
    November 26, 2008 3:38 pm

    SANGAT TEPAT JAWABAN LAE INI, SAYA JUGA SANGAT BANGGA SEBAGAI ORANG BATAK DAN SAYA PRIBADI TIDAK PERNAH MENYEMBUNYIKAN JATI DIRI SAYA SEBAGAI ORANG BATAK, MAJU TORUS BANGSO BATAK, HORASSSS, HORASSSS, HORASSSS.

    *Baen lae antong pandapot sian GAROGA_1 i….ha..ha..ha..*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: