Skip to content

Raja Aceh

November 14, 2008

Tengku Ahmad berangkat dari Sabang dengan bus Pelangi menuju Medan untuk mengunjungi keluarganya. Di dalam bus sepanjang perjalanan dia bercerita dengan teman disebelahnya yang kebetulan tinggal di Medan. “Mau kemana bang ?”, tanya Tengku Ahmad kepada teman disebelahnya. “Ke Medan bang”, jawab temannya itu. “Dimana di Medan bang?”, tanya Tengku Ahmad lagi. “Di Jln Raja”, jawab temannya singkat.

Setelah sampai di Medan Baru (Loket Pelangi dulu), Tengku Ahmad pun turun dari dalam bus, seketika para abang beca mendekati Tengku Ahmad. “Bang, beca..bang”, kata tukang beca menawarkan beca-nya. “Ya, bang”, jawab Tengku Ahmad langsung naik ke atas beca. “Abang mau kemana ?”, tanya abang beca kepada Tengku Ahmad dengan rokok ‘gepe’ yang terselip di kedua bibirnya. “Jalan Raja, bang”, jawab Tengku Ahmad dengan singkat.

Setelah sampai di depan Makam Pahlawan, si abang beca bertanya kepada Tengku Ahmad, “Kemana saya antar bang, kita sudah sampai ni..”. Tengku Ahmad-pun dengan wajah agak heran berkata kepada abang beca, “Lho..abang bilang sudah sampai, ini-kan jalan Sisingamangaraja”. “Ya, betul bang…kan abang bilang tadi ke jalan Raja”, jawab si abang beca dengan wajah kecapekannya. “Ya, betul….tapi ini-kan jalan Sisingamangaraja, Rajanya Orang Batak, yang aku maksud Raja-nya Orang Aceh, TEUKU UMAR”, jawab Tengku Ahmad menjelaskan. Si abang beca-pun dengan wajah kesal memutar arah becanya menuju Jln. Teuku Umar…..

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: