Skip to content

Timbangan Si Oloi Ajar

November 13, 2008

            Setelah selesai sipenmaru Jongkas pulang ke Muara Nauli. Seperti biasa dia naik CV Muara Nauli dari Medan, dan biasanya singgah dulu sebentar di kota Prapat untuk istrihat sejenak, makan bagi yang mau makan dan minum bagi yang mau minum ataupun urusan kamar belakang (maklum ngali do di Prapat).

            Setelah sampai di Prapat Jongkas pun berjalan-jalan di sepanjang ruko yang ada di jalan lintas Sumatera tersebut sambil menunggu pemberangkatan menuju Muara Nauli. Pada saat jalan-jalan tersebut terlihatlah oleh dia penjual jeruk manis, timbul pula-lah niatnya untuk membeli sekedar oleh-oleh untuk keluarganya di kampung (barita ni na sian Medan iba, ninna rohana). Ditahankannya tidak makan di Prapat supaya ada untuk membeli oleh-oleh tersebut.

            Jongkas pun membeli 2 kilogram jeruk manis tersebut, tapi dalam hatinya bertanya-tanya, “2 kg tapi rasanya koq nggak nyampe ya”, pikirnya dalam hati dengan perasaan curiga.

            Sewaktu mau menuju bis Jongkas melewati warung kelontong orang Cina, kebetulan ada pula timbangannya yang terletak diantara barang kelontong yang ada di luar. Jongkas pun  memasukkan jeruk manisnya ke atas timbangan itu dan betul rasa curiganya ternyata timbangannya tidak pas 2 kg tapi cuma 1,6 kg (sakilo onom mata do daba…).

            Dengan agak kesal diapun menjumpai penjual jeruk tadi :

Jongkas (J) : “Ooooo inang, ai dang pas timbangan ni jeruk mon” (Ooo..ibu nggak pas timbangan jeruk mu ini)

Penjual Jeruk (PJ) : “Boasa dokhononmu dang pas itonang, pas do i dua kilo” (kenapa kamu bilang begitu, pas timbangannya itu 2 kg)

(J)   : “Daong inang…nungnga curiga ahu nangkaneng, holan sakilo onom mata do” (nggak bu, aku sudah curiga tadi, cuma 1,6 kg)

(PJ) : “Boasa dokhononmu songoni ito, pas do hutimbang nankenonteng, di timbangan dia huroha di timbang ho ito” (kenapa kamu bilang begitu, tadi pas itu kutimbang 2 kg, di timbangan mana rupanya kamu timbang lagi?)

(J)    : “Ditimbangan ni Cina-an” (di timbangan orang Cina sana)

(PJ) : “EeeeEee..patuk do antong ito, ai so tingkos i timbangan ni Cina , timbanganhon do na sintong. Molo timbanganhon ito, on ma goarna TIMBANGAN SI OLOI AJAR”. (EeeEee..pantaslah, nggak benar itu timbangan orang Cina itu, timbanganku ini yang betul. Inilah namanya Timbangan Yang Loyalitas Tinggi)

(J)  :  Daripada ribut pikir si Jongkas, diapun meninggalkan si PJ.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: