Skip to content

Lae Matre

November 13, 2008

            Setelah Jongkas diterima di sebuah Universitas ternama di kota Medan, diapun harus tinggal di Medan. Untuk menghemat biaya perkuliahannya, atas persetujuan keluarga disepakati dia tinggal di rumah itonya (adeknya) yang sudah menikah duluan bahkan sudah mempunyai satu orang anak.

            Suatu ketika dia pulang ke rumah bersama temannya satu kuliah dan termasuk dari keluarga orang berada, karena pada hari itu merupakan “wikend” mereka berencana mau jalan-jalan ke Sembahe untuk mandi-mandi. Mereka berduapun permisi sama Lae-nya Jongkas.

            Sebelum berangkat dari rumah datanglah keponakan si Jongkas lari-lari dan bertanya sama tulangnya (Jongkas), “Tulang…..tulang mau kemana, minta duit tulang !”, kata keponakannya. Mendengar itu Jongkas-pun merogoh kantungnya dan menarik uang seribu dari kantongnya dan memberikannya sama ponakannya. Melihat hal tersebut dengan spontan Lae-nya berkata, “Nggak usah dikasih duit lae, nanti kebiasaan, masih kecil”, kata Lae-nya Jongkas.

            Karena gemasnya melihat anak kecil yang imut-imut tersebut temannya Jongkas tadi senang melihat si anak, dia pun membuka dompetnya dan mengeluarkan uang Rp. 50.000,- satu lembar. “Nah…ini nah, untuk beli kue ya?, baik-baik dirumah ya?”, katanya sama si  anak. Melihat hal tersebut Lae Jongkas  berkata sama si anak, “Bilang apa sama tulang nak, terima kasih tulang…gitu”.

            Dalam hati Jongkas menggerutu, “DASAR LAE MATRE, kalau seribu…nggak usah, nanti kebiasaan lae, kalau Rp. 50.000, bilang apaaaa sama tulang…..”.

4 Komentar leave one →
  1. rapmengkel permalink
    November 13, 2008 11:49 am

    bahhh…, tamba hape dongan mambahen siparengkelon ……
    tapi udah pas lah … biar sama-sama ketawa alias : rapmengkel

    http://rapmengkel.com

    *Horas! mauliate di haroro ni editor RAPMENGKEL*

  2. November 21, 2008 2:11 am

    Bah… tapi kata Laenya itu…. Haduk jua on… he..he..he…..

    Pas ma songon umpama ni par “Tanobatak”, pat ni manuk patu reng-reng, marrara mata mida hepeng” nang pe na rata dohot na balau hepeng i gabe marrara do simalolong marnida (di na deba do ah..)

  3. Oktober 28, 2009 11:57 pm

    hahaha,,, si 50rb i pe pittor dibuat do asa adong manuhor togel🙂

    *Hehe…betul*

  4. Juli 9, 2010 7:21 pm

    ala nga di patudu arga 50.000 “tangan manis …! tangan manis …! ittor ninna laean i ate hahahaah….. cium tangan tulang inna muse dope.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: